Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur

Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur - Hallo sahabat Blog Travel Dunia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Alila Hotels, Artikel Asia, Artikel Bali, Artikel Indonesia, Artikel OurWeddingAnniversary, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur
link : Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur

Baca juga


Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur

Kapal Jukung Milik Alila Manggis


Setiap kami traveling sebisa mungkin kami melakukan kegiatan yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Pada kesempatan kami menginap di Alila Manggis, Bali Timur, saya sungguh semangat membaca daftar kegiatan yang ada disana, mereka menyebutnya dengan nama #ActiveSpirit. 
Kegiatannya beragam mulai dari belajar memasak di kebun organik, belajar menari Bali, belajar memainkan gamelan, membuat aksesoris perak sampai dengan membuat layang-layang untuk anak-anak Anda, namanya juga hotel untuk keluarga kan, jadi kegiatan nya macam-macam untuk berbagai usia. 

Karena waktu yang terbatas, dari banyaknya kegiatan di Alila, saya dan suami akhirnya memutuskan memilih 'chasing the sunrise'. Kegiatan ini sesuai namanya dimulai subuh sebelum matahari terbit. Dengan menggunakan jukung - tradisional kapal kayu - milik Alila, kami melaut bersama nahkoda yang telah berpengalaman, ombak di akhir tahun lumayan bersahabat sehingga laut sangat tenang. 
Nahkoda kapal membawa kami melewati pulau-pulau di Bali Timur ini, pulau tak berpenghuni yang paling dekat dengan perairan Alila Manggis adalah Pulau Kambing, dulunya pulau ini memang dihuni kambing-kambing milik orang lokal di Candi Dasa dimana di atas pulau terdapat pura, tapi sejak beberapa waktu lalu Pulau Kambing dibiarkan kosong begitu saja. 

Semakin menjauh ke tengah perairan laut lepas, sedikit demi sedikit langit mulai seperti kanvas yang diberi warna oleh pelukisnya, langit yang gelap perlahan menguning terang, nahkoda memberhentikan kapalnya membiarkan kami terombang ambing pelan mengikuti gelombang kecil di tengah laut Bali Timur.  Saatnya menikmati jus semangka dingin dan croissant yang telah disiapkan oleh team Alila, I cannot tell you how wonderful it was. 

Perjalanan melaut di Bali Timur kembali dilanjutkan, kali ini menuju white beach atau yang biasa juga disebut virgin beach. Ini bukan kunjungan kami yang pertama kali ke white beach Candi Dasa tapi jelas merupakan yang pertama karena kami mengunjunginya dari arah laut lepas menuju pantai.


Related post : Pantai Pasir Putih Candi Dasa ( click here )

Pantai Pasir Putih Candi Dasa saat matahari mulai terbit
  

Pesona Bali Timur tidak berhenti di Pantai Pasir Putih saja, beberapa menit berlayar menyampaikan kami ke pantai berpasir hitam di kampung Bugbug, nahkoda menginformasikan nama pantai berpasir hitam juga bernama sama seperti nama kampungnya. 
Pasir hitam karena gunung berapi itu banyak dikumpulkan orang lokal berkilo-kilo untuk dijual di pengusaha jual beli pasir, truk nya terlihat di sepanjang pantai itu. 

Pantai Bugbug Bali Timur

Program 'chasing sunrise' milik Alila Manggis ini memakan waktu kurang lebih 3 jam-an, mulai dari jam 5 pagi dan kembali ke hotel sekitar jam 8 pagi, sesampainya di hotel kami bisa menikmati kembali sarapan pagi di area hotel.

Read our review about Alila Manggis in here







Demikianlah Artikel Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur

Sekianlah artikel Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur dengan alamat link http://syedhisham92.blogspot.com/2016/01/mengejar-matahari-pagi-di-bali-timur.html

0 Response to "Mengejar Matahari Pagi di Bali Timur"

Post a Comment